Cara Berkomunikasi yang Benar dengan Mempelajari Ilmu Bahasa Tubuh

cara, berkomunikasi, benar, dengan, mempelajari, ilmu, bahasa, tubuh

Komunikasi yang bagus itu tidak hanya pintar dalam berbicara, namun juga perlu mahir dalam menggunakan bahasa tubuh. Pada dasarnya komunikasi itu terbagi menjadi dua yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. bentuk komunikasi verbal itu adalah berbicara. Dan, bentuk komunikasi non verbal itu adalah bahasa tubuh.

Pengertian dari bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Bahasa tubuh itu menggambarkan perasaan dan fikiran seseorang. Sebagai contoh yaitu orang yang sedang gelisah. Jika kita perhatikan dengan jeli, kita bisa mengetahui seseorang sedang gelisah tanpa orang itu mengatakannya. Hal ini terlihat jelas dari gerakan tubuhnya yang kurang nyaman.

Kemudian, bahasa tubuh itu sangat mempengaruhi terhadap apa yang kita sampaikan kepada orang lain. Pernahkah Anda merasa jenuh ketika berbicara dengan seseorang? Meskipun perkataannya sangat bagus, namun Anda tidak begitu tertarik dengan apa yang dia sampaikan. Saya sangat yakin kalau Anda pernah mengalami hal ini.

Jadi, hal yang menyebabkan kita merasa jenuh ketika berbicara dengan seseorang adalah karena orang itu tidak menggunakan bahasa tubuh yang benar, sehingga pembicaraan tersebut terkesan kaku. Kita yang mendengar jadi tidak merasakan emosi dari apa yang disampaikan.

Jadi, sangat penting sekali bagi kita untuk mengetahui cara menggunakan bahasa tubuh yang baik dan benar. Sebelum kita membahas penggunaan bahasa tubuh yang benar, terlebih dahulu kita membahas tentang mindset dalam berkomunikasi.

Pada dasarnya kita perlu punya mindset positif ketika berkomunikasi dengan orang lain. Jadi, sebelum berkomunikasi dengan orang, sangat penting sekali bagi kita untuk punya persepsi positif terhadap diri sendiri dan lawan bicara kita.

Dalam hal ini, kita perlu punya anggapan kalau diri kita itu adalah pribadi yang percaya diri dan bisa membuat lawan bicara kita terkesan dengan kita. Cobalah untuk berfikir kalau lawan bicara Anda akan bersikap baik dan ramah terhadap Anda. Jika sudah berprasangka positif seperti itu maka kita akan lebih santai berbicara dengan orang.

Jika kita mungkin terbiasa kurang santai dalam berbicara atau kurang percaya diri maka secara spontan rasa kurang percaya diri itu akan terlihat dari bahasa tubuh kita, hal ini tentu saja membuat lawan bicara kita merasa gak nyaman berbicara dengan kita. Jadi, sangat penting sekali bagi kita untuk punya mindset positif dalam berkomunikasi. hal ini akan membuat kita menjadi percaya diri dan santai dan berkomunikasi.

Setelah mindset kita positif, kita perlu memahami penggunaan bahasa tubuh dengan benar. Pada dasarnya memperbaiki bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar ketika seseorang menilai kepribadian kita. Bahasa tubuh yang baik dapat menunjukkan bahwa kita memiliki kepribadian positif, mindset positif, kecerdasan intelektual yang tinggi, daya pikat dan suasana hati yang positif.

Secara garis besar, bahasa tubuh terdiri dari bagaimana cara Anda melakukan kontak mata, bagaimana Anda duduk, cara Anda berdiri, cara Anda menggunakan kedua tangan dan kaki Anda, serta apa yang Anda lakukan ketika berbicara dengan seseorang.

Anthony Robbin mengatakan “Our Emotion is created by our motion” artinya emosi kita itu dibentuk dari gerakan kita, sebagai contoh : jika Anda sering tersenyum, Anda akan merasakan lebih bahagia dan lawan bicara Anda pun turut merasakan kebahagiaan Anda ketika duduk disamping Anda.

Jika Anda duduk dengan tegap, Anda akan merasakan lebih bertenaga. Jika Anda melambatkan gerakan Anda (tidak terburu-buru), maka Anda akan merasakan lebih tenang.

Untuk lebih jelasnya, saya akan coba menjelaskan beberapa bahasa tubuh yang perlu Anda perhatikan ketika berbicara dengan seseorang, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Lakukan kontak mata, namun bukan menatapnya.

Kontak mata ini sangat penting sekali dijaga. Usahakan ketika Anda berbicara, Anda tetap menjaga kontak mata Anda, namun tidak menatapnya dengan tajam. Karena, itu akan membuat lawan bicara anda merasa tidak nyaman. Artinya, usahakan kontak mata Anda tetap santai namun antusias.

Dengan melakukan kontak mata pada lawan bicara, Anda dapat membuat suasana obrolan menjadi lebih baik dan Anda dapat melihat apakah mereka sedang mendengarkan Anda atau tidak.

Jika Anda kurang terbiasa melakukan kontak mata pada lawan bicara maka Anda perlu membiasakannya dari sekaranga. Pertama kali memang Anda akan merasa kurang nyaman. namun lakukan saja terus. Nantinya Anda menjadi terbiasa melakukan kontak mata ketika berbicara dengan orang lain.

Perlu Anda ingat, ketika Anda melakukan kontak mata, buang semua kekhawatiran Anda. Dan, fokuskan fikiran Anda pada obrolan, namun jangan terlalu serius.

2. Tersenyum dan tertawa

Pada saat Anda bertemu dengan orang lain, cobalah untuk tersenyum dengan tulus. hal ini akan membuat orang merasa nyaman dengan Anda. Kemudian, pada saat Anda berbicara dengan orang lain, cobalah untuk menikmati pembicaraan tersebut. Jangan terlalu serius, biasakan diri untuk bersikap santai ketika berbicara dengan orang lain.

Selain itu, Anda juga perlu tertawa jika seseorang menceritakan sesuatu hal yang lucu. Adakalanya ketika mendengar cerita lucu, orang merasa ego untuk tertawa. Hal ini tentu saja dapat membuat lawan bicara merasa kurang dihargai. Dengan tertawa mendengar cerita lucu lawan bicara, maka lawan bicara Anda akan merasa senang bergaul dengan Anda.

Kemudian, pada saat Anda menceritakan hal lucu, Anda tidak perlu menjadi orang pertama yang tertawa atas cerita lucu Anda. Karena, hal itu bisa saja membuat wibawa Anda menjadi turun. Jika wibawa Anda turun, Anda akan menjadi gugup dan merasa seolah-olah mengharapkan orang lain untuk tertawa dengan cerita Anda.

Untuk itu, mulai sekarang coba biasakan untuk tersenyum dan tertawa ketika berbicara dengan orang. Jika Anda gampang tersenyum, bersikap santai dan mau tertawa. Maka, orang akan merasa nyaman dan cenderung menikmati pembicaraan Anda. Hal ini tentu saja dapat membuat hubungan Anda dengan orang tersebut menjadi sangat akrab.

3. Jangan silangkan kaki dan tangan Anda.

Jika Anda menyilangkan tangan dan kaki Anda maka Anda akan kelihatan seperti dalam tekanan, grogi dan kurang terbuka. Hal ini tentu saja dapat menciptakan suasana obrolan menjadi kurang baik. Untuk itu, bukalah selalu posisi tangan dan kaki Anda. Hal ini akan membuat Anda kelihatan lebih santai dan terbuka.

4. Buatlah jarak antara kedua kaki Anda.

Pada saat Anda berdiri ataupun duduk, cobalah untuk beri jarak antara kedua kaki (tidak dirapatkan). Hal ini bertujuan agar Anda kelihatan santai, percaya diri, dan nyaman. Namun, Anda juga perlu ingat bahwa jarak yang anda berikan antara kedua kaki anda itu tidak terlalu lebar. Karena, jika terlalu lebar, hal itu akan membuat anda kelihatan kurang sopan.

5. Santaikan bahu Anda.

Pada saat Anda berbicara dengan orang, cobalah untuk santaikan bahu Anda. Karena, hal itu bisa mengurangi ketegangan Anda. Biasanya jika seseorang sedang tegang, posisi bahu akan sedikit terangkat dan maju ke depan. Jadi, supaya Anda kelihatan lebih santai, bahu Anda perlu digerakkan  dengan mundurkan kembali posisi bahu Anda ke belakang atau bisa juga dilakukan dengan menyandarkan bahu Anda.

6. Mengangguk ketika lawan bicara Anda sedang berbicara.

Pada dasarnya mengangguk itu menandakan bahwa kita memang sedang mendengarkan lawan bicara kita. Namun, mengangguk yang dimaksud disini bukanlah mengangguk tanpa ekspresi wajah. Untuk itu, pada saat Anda menggangguk, Anda juga perlu memberikan ekspresi wajah yang sesuai dengan topik obrolan, seperti memberikan senyuman pada saat mengangguk.

7. Jangan membungkuk, duduklah dengan tegak.

Pada saat Anda duduk, cobalah untuk tidak membungkuk. Karena, hal itu akan membuat Anda kelihatan seperti orang yang tidak bersemangat. Jadi, ketika duduk, punggung Anda harus tetap tegak, namun tegak disini maksudnya adalah tetap dalam koridor santai atau tidak tegang.

8. Condongkan badan, namun jangan terlalu banyak.

Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda antusias dengan topik yang disampaikan oleh lawan bicara Anda. Maka, Anda perlu mencondongkan badan Anda sedikit ke depan. Jika Anda sudah bisa menunjukkan rasa antusias Anda kepada lawan bicara maka tentu saja dia akan enjoy ngobrol dengan Anda. Namun, perlu Anda ingat juga, badan Anda jangan terlalu condong, karena hal itu bisa membuat anda terlihat seperti akan meminta sesuatu.

Kemudian, jika Anda ingin terlihat lebih santai dan percaya diri, coba Anda condongkan badan Anda ke belakang. Anda hanya perlu mencodongkan sedikit saja. Karena, jika badan Anda terlalu condong ke belakang, Anda jadi terlihat sombong dan juga arogan.

9. Jagalah posisi kepala Anda tetap lurus.

Anda juga perlu memperhatikan posisi kepala ketika berbicara dengan orang. Jangan sampai Anda melihat ke bawah ketika Anda berbicara dengan seseorang. Hal ini akan membuat Anda terlihat seperti tidak nyaman berbicara dengan lawan bicara Anda. Dan, Anda juga akan kelihatan seperti orang yang tidak percaya diri.

10. Jangan terburu-buru.

Pada saat Anda berbicara, usahakan jangan sampai terburu-buru. Karena, hal ini akan membuat Anda kelihatan gelisah, grogi atau stres. Tidak terburu-buru bukan berarti Anda harus lambat dalam mengerjakan berbagai hal. Karena, itu bisa membuat Anda kelihatan lamban dan juga pemalas.

11. Hindari gerakan-gerakan yang menunjukkan bahwa Anda gelisah.

Coba Anda hindari gerakan-gerakan yang membuat Anda kelihatan gelisah, seperti menyentuh muka Anda, menggoyang-goyangkan kaki Anda atau mengetuk-ngetuk jari Anda di atas meja dengan cepat. Selain membuat Anda terlihat gelisah, gerakan-gerakan seperti itu juga akan mengganggu perhatian lawan bicara Anda. Lawan bicara Anda akan menjadi kurang nyaman dengan Anda.

Jadi, cobalah untuk mengendalikan diri Anda dengan baik. Terkadang kita melakukan kesalahan-kesalahan seperti ini tanpa kita sadari. Pada saat berbicara sangat penting bagi Anda untuk tetap tenang menggunakan bahasa tubuh yang baik tanpa harus melakukan gerakan-gerakan yang membuat Anda terlihat gugup.

12. Efektifkan penggunaan tangan Anda.

Ketika Anda menjelaskan sesuatu, coba Anda efektifkan penggunaan tangan Anda. Hal ini akan membuat pembicaraan Anda lebih powerfull dan menarik. Selain itu, penggunaan tangan juga dapat meningkatkan fokus lawan bicara Anda ketika mendengarkan Anda berbicara.

13. Jangan berdiri terlalu dekat.

Perlu Anda ketahui, biasanya orang yang posisinya terlalu dekat dengan lawan bicara dapat menandakan bahwa orang tersebut sedang menyembunyikan sesuatu atau mempunyai niat tertentu. Jadi, jangan berdiri terlalu dekat dengan lawan bicara Anda. Karena, hal itu dapat membuat lawan bicara Anda merasa kurang nyaman.

Anda sendiri mungkin pernah mengalaminya. Pada saat ada orang yang posisinya terlalu dekat ketika berbicara dengan Anda, Anda langsung merasa kurang nyaman. Untuk itu, cobalah untuk selalu atur posisi Anda untuk tikda terlalu dekat dengan lawan bicara Anda.

14. Jadikan kebiasaan menggunakan bahasa tubuh yang baik

Tahukah Anda apa faktor terbesar yang mempengaruhi bahasa tubuh ? Jadi, bahasa tubuh kita ini terbentuk karena faktor kebiasaan. Jika Anda terbiasa menggunakan bahasa tubuh yang kaku maka bahasa tubuh yang Anda tampilkan kepada orang lain juga kaku, begitu juga sebaliknya.

Untuk itu jangan biasakan menggunakan bahasa tubuh yang kurang baik. Jika selama ini Anda sudah terbiasa menggunakan bahasa tubuh yang kaku, maka Anda perlu mengubahnya. Dan, untuk mengubahnya tentu saja membutuhkan proses.

Mulai sekarang coba biasakan diri Anda untuk menggunakan bahasa tubuh yang baik. Dalam hal ini, Anda perlu sabar dalam menjalani proses tersebut. Coba bebaskan jiwa Anda dari perasaan perasaan yang tidak membangun seperti perasaan tidak mampu, perasaan tidak percaya diri dan lain-lain. Selain itu, Anda juga perlu berfikir positif tentang persepsi orang lain terhadap Anda. Setelah persepsi Anda positif, Anda akan merasa ringan untuk membiasakan diri menggunakan bahasa tubuh yang baik

Anda tidak harus mempraktekkan semuanya sekaligus, fokus saja pada 2-3 bahasa tubuh yang menjadi prioritas Anda. Dalam hal ini, Anda perlu memperbaiki bahasa tubuh yang kurang baik secara terus menerus. Hal ini bisa Anda lakukan selama 3-4 minggu. Setelah melewati jangka waktu tersebut, Anda perlu melanjutkannya lagi untuk 2-3 bahasa tubuh berikutnya. Jika rutin melakukan seperti ini maka hal itu akan menjadi kebiasaan.

Sekian tips dari saya tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan bahasa tubuh yang benar. Semoga ilmu ini bermanfaat bagi Anda. Nantikan artikel selanjutnya dari saya. Terima kasih karena sudah mengunjungi website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *