13 Hal yang Perlu Anda Hindari agar Sukses dalam Bergaul

cara, pergaulan, disukai, teman, berdebat, dihindari, sukses

Pada dasarnya manusia itu adalah makhluk sosial atau makhluk yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Jadi, siapapun manusianya sudah pasti ingin bergaul dengan orang lain. Pernahkah Anda merasa kalau Anda sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bergaul dengan orang. Namun, yang terjadi malah orang tidak suka bergaul dengan Anda ?

Jika Anda mengalami hal ini, berarti mungkin Anda tidak menyadari kesalahan Anda. Pada dasarnya kesalahan dalam bergaul itu mencakup 13 hal. Anda perlu menghindari 13 hal ini agar Anda sukses dalam bergaul, bisa jadi beberapa dari 13 hal ini pernah Anda lakukan. Adapun 13 hal tersebut yaitu sebagai berikut :

1. Berbohong

Dalam pergaulan sangat dibutuhkan sekali kejujuran. Jika kita selalu jujur dengan orang maka orang akan percaya untuk berteman dengan kita. Dalam hal ini, orang tidak akan ragu-ragu dengan perkataan kita. Hal ini tentu saja akan membuat orang senang bergaul dengan kita.

Namun, jika kita sering berbohong dengan orang lain maka kita akan dicap sebagai pembohong. Nantinya, akan sulit bagi kita untuk mendapatkan kembali kepercayaan orang tersebut. Dalam hal ini, orang akan enggan untuk berteman dengan kita. Untuk itu, cobalah untuk tidak berbohong kepada siapa pun, meskipun itu untuk hal yang sepele.

2. Menggurui orang lain

Pada dasarnya manusia itu adalah makhluk yang memiliki ego. Manusia itu tidak suka digurui oleh orang lain. Jika kita merasa sok pintar kepada seseorang dan mencoba untuk mengguruinya, maka orang tersebut akan benci dengan kita. Untuk itu, cobalah untuk tidak menggurui orang lain.

Adakalanya kita gak sadar kalau kita sedang menggurui orang lain. Dalam hati niat kita sebenarnya baik, kita menasehati dia agar dia memperbaiki kesalahannya dan meningkatkan kualitas hidupnya. Namun, hal ini justru akan membuat dia tersinggung, dia akan merasa diremehkan.

Sekarang tentu timbul pertanyaan, apakah kita akan terus menahan diri untuk menasehati orang lain ? Jawabannya tentu saja tidak. Kita boleh saja menasehati orang asal orang tersebut yang bertanya pendapat kita. Jika seseorang meminta nasehat pada kita maka orang tersebut tidak akan merasa digurui jika kita nasehati.

3. Menanyakan hal-hal yang sifatnya privasi

Pada saat kita berbicara dengan orang lain, coba hindari untuk menanyakan hal-hal yang sifatnya privasi. Karena, hal itu bisa membuat orang tersebut menjadi benci dan tidak suka untuk bergaul dengan kita. Sebagai contoh, kita punya seorang teman, lalu pada saat kita main ke rumah dia, tetangganya bercerita bahwa dia pernah punya pengalaman yang memalukan.

Setelah itu, kita berusaha menanyakan kejadian tersebut secara detail kepada teman kita. Mendengar pertanyaan tersebut, teman kita bisa menjadi kesal dengan kita. Besoknya dia akan malas berteman dengan kita. Jadi, sangat penting sekali bagi kita untuk peka dengan hal-hal privasi seperti ini.

Terkadang, kita kurang peka dengan hal-hal privasi seperti ini karena kita beranggapan niat kita bukan untuk menyelidiki hal-hal yang sifatnya privasi. Meskipun niat kita bukan untuk menyelidiki hal-hal yang sifatnya privasi, namun bisa jadi dia akan salah sangka dengan kita. Untuk itu, sebelum bertanya, coba fikirkan terlebih dahulu apakah pertanyaan tersebut dapat membuat dia merasa malu dan kesal.

Biasanya hal-hal yang tidak patut ditanyakan itu seperti kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan antara lain yaitu pernah tidak lulus sekolah, gagal melamar kerja, pernah mengalami hal yang memalukan ketika berbicara di depan umum, gaji yang kecil dan lain-lain.

Jika Anda menanyakan hal-hal yang seperti itu kepada orang maka orang tersebut akan kesal dengan Anda, apalagi jika menanyakannya sambil tertawa, orang akan semakin kesal dengan Anda. Contohnya seperti ini “Kamu tidak lulus ya ujian nasional? Kenapa kamu sampai tidak lulus? kamu tidak belajar ya hahaha.

Jadi sangat penting sekali bagi Anda untuk memilih dan memilah pertanyaan yang Anda ajukan. Jika Anda punya teman yang gajinya kecil, jangan ditanya berapa gajinya. Hal ini akan membuat dia merasa malu dan juga kesal dengan Anda.

4. Sombong atau suka pamer dengan orang lain

Orang yang sombong atau suka pamer itu tidak disukai dalam pergaulan. Terkadang, tanpa kita sadari kita sering menceritakan kelebihan kita kepada orang lain. Hal ini akan membuat orang malas mendengarkan cerita kita. Orang akan menganggap kita itu orang yang suka memuji diri sendiri. Untuk itu, sangat penting sekali bagi kita untuk menahan diri menceritakan kelebihan kita kepada orang lain.

5. Berdebat dengan orang lain

Pada dasarnya setiap orang tidak suka kalau perkataannya itu dibantah oleh orang lain. Sesungguhnya sifat suka berdebat itu dapat membuat orang menjadi malas untuk ngobrol dengan kita. Untuk itu, usahakan jadi pendengar yang baik. Jika kita tidak setuju dengan pernyataan yang disampaikan orang, kita cukup mendengarkan saja, tidak perlu kita bantah. Hal ini akan membuat orang akan merasa dihargai ketika ngobrol dengan kita.

6. Cepat tersinggung

Dalam pergaulan kita harus bisa berjiwa besar. Jika kita cepat tersinggung itu maka hal itu dapat merusak pergaulan kita. Perlu kita ketahui, kemarahan yang kita alami itu sering kali disebabkan oleh ego kita, dimana kemarahan itu tidak lagi proporsional. jika kita bisa ukur bobot kesalahan orang itu 4 kita menganggap kesalaahan orang itu bobotnya 10. Hal ini yang membuat kita menjadi orang yang cepat tersinggung.
Untuk itu, jangan cepat artikan maksud dan perbuatan orang. Coba usahakan untuk mencerna terlebih dahulu setiap perkataan dan perbuatan orang. Dan, usahakan maklumi perbuatan yang bisa untuk dimaklumi. Jika kita melakukan hal ini maka seiring berjalannya waktu jiwa kita akan dewasa.

7. Meremehkan atau mengatakan penilaian negatif Anda kepada orang lain

Pada dasarnya setiap orang itu tidak suka diremehkan. Jika kita suka meremehkan orang maka orang tersebut akan malas bergaul dengan kita. Terkadang, tanpa kita sadari kita sering meremehkan orang lain. Hal ini yang membuat sikap orang berubah terhadap kita.

Sebenarnya niat kita untuk bercanda, namun bisa jadi dia salah mengartikan. Dalam hal ini, bukan berarti kita tidak boleh bercanda, justru dalam bergaul itu sangat dibutuhkan sekali gurauan canda tawa, hanya saja jangan sampai guruan tersebut menyinggung perasaan orang lain. Kita harus pandai memilih dan memilah gurauan kita kepada orang.

Kemudian, pada saat teman kita menunjukkan sesuatu yang dimilikinya kepada kita baik itu barang yang baru saja dibelinya ataupun karya yang baru saja dia buat, usahakan jangan sampai kita mengatakan penilaian negatif kita terhadap sesuatu yang dimilikinya itu. Karena, hal ini bisa membuat dia kesal dengan Anda.

Jika seandainya kita punya penilaian negatif terhadap sesuatu yang dimiliki teman kita, tahan saja hal itu dalam hati, jangan diungkapkan. bagaimanapun jeleknya sesuatu yang dimilikinya itu. Jika dia meminta pendapat Anda, katakan saja hal positif dari apa yang dimilikinya itu.

Sebagai contoh misalnya teman Anda baru saja beli motor baru, kemudian dia meminta pendapat Anda tentang motor barunya itu. Setelah Anda lihat, ternyata Anda tidak suka dengan bentuk body motor tersebut. Jika Anda mengalami seperti ini maka sebaiknya jangan Anda ungkapkan, katakan saja apa yang menjadi kelebihan dari motor tersebut, misalnya Anda suka model knalpot dan velg-nya. Dengan begitu dia tidak sakit hati.

Anda boleh mengatakan kekurangan motornya kalau dia sendiri yang meminta pendapat Anda tentang kekurangan motornya. Kalau dia yang minta sendiri maka nanti dia tidak akan sakit hati kalau Anda sebutkan kekurangan motornya.

8. Tidak sopan

Masalah kesopanan merupakan hal yang sangat penting dalam pergaulan. Jika hal ini tidak diperhatikan maka hal itu bisa membuat kita merasa malu dan dipandang rendah oleh orang lain. Selain itu, orang juga akan malas bergaul dengan kita.

Pada dasarnya sudut pandang orang tentang kesopanan ini berbeda-beda. misalnya ada perkataan yang termasuk sopan dalam suatu daerah namun tidak sopan kalau di daerah lain. Kemudian, kalau menunjuk dengan jari telunjuk dianggap sopan di suatu daerah namun dianggap tidak sopan di daerah lain.

Jadi, persepsi orang beda-beda tentang masalah kesopanan. Untuk itu, kita perlu rajin-rajin untuk menambah wawasan kita tentang kesopanan ini. Jika kita sudah banyak tahu dengan norma-norma kesopanan maka kita tidak akan canggung lagi bergaul dengan orang lain

9. Ingkar janji

Ingkar janji juga dapat membuat orang menjadi kesal dengan kita. Untuk itu, jika kita ingin membuat sebuah janji dengan seseorang, coba perhitungkan terlebih dahulu apakah kita itu sanggup menepatinya. Karena, kalau kita ingkar janji, orang lain bisa kecewa dengan kita.

10. Pelit

Dalam pergaulan kita tidak boleh pelit. Pada saat Anda pergi makan bersama teman-teman Anda, tidak ada salahnya Anda yang membayar semua makanannya. Pada dasarnya membayarkan teman itu adalah bentuk respect. Jika makanan dia kita bayarkan, itu artinya kita menghargai dia. Jadi, membayarkan teman itu bukan berarti kita mengatakan teman kita itu tidak punya duit, melainkan sebagai bentuk respect.

11. Cerewet

Sifat Cerewet juga merupakan hal yang harus dihindari. Biasanya cerewet atau judes ini banyak dimiliki oleh wanita. Pada dasarnya sifat cerewet itu dapat membuat orang menjadi bosan dan malas untuk ngobrol dengan kita. Untuk itu, hindarilah sifat cerewet.

12. Egois

Sifat Egois atau mementingkan diri sendiri merupakan sifat yang sangat tidak disukai dalam pergaulan. Untuk itu, Anda harus menghindari sifat egois itu. Pada saat Anda mendapatkan sesuatu baik itu informasi ataupun yang lain, cobalah untuk berbagi dengan teman Anda.

Sebagai contoh misalnya Anda dapat informasi lowongan kerja. Jika Anda mendapatkan informasi lowongan kerja cobalah untuk berbagi informasi dengan teman Anda. Perlu Anda ketahui, rezeki itu tidak akan kemana. Jadi, Anda jangan takut tidak bisa lolos karena teman Anda juga ikut seleksi penerimaan kerja.

13. Tidak nyambung

Pada kenyataannya banyak sekali orang yang kesal dengan orang yang tidak nyambung. Untuk itu, jika Anda sering tidak nyambung ketika berbicara maka sebaiknya Anda merubahnya. Pada dasarnya hal ini disebabkan oleh faktor kebiasaan.

Coba biasakan untuk fokus dengan apa yang disampaikan orang kepada Anda, simaklah baik-baik maksud perkataan orang lain itu. Dengan begitu, fikiran Anda akan terbiasa untuk nyambung ketika orang sedang berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *